Kamis, 30 Desember 2010

Tina & Peter


>
peter dan Tina sedang duduk bersama di taman kampus tanpa melakukan apapun,
> hanya memandang langit sementara sahabat-sahabat mereka sedang asik
> bercanda ria dengan kekasih mereka masing-masing.
>
> Tina: "Duh bosen banget. Aku harap aku juga punya pacar yang bisa berbagi
> waktu denganku."
>
> Peter: "Kayaknya cuma tinggal kita berdua deh yang jomblo. cuma kita berdua
> saja yang tidak punya pasangan sekarang."
> (keduanya mengeluh dan berdiam beberapa saat)
>
> Tina: "Kayaknya aku ada ide bagus deh. kita adakan permainan yuk?"
> Peter: "Eh? permainan apaan?"
>
> Tina: "Eng... gampang sih permainannya. Kamu jadi pacarku dan aku jadi
> pacarmu tapi hanya untuk 100 hari saja. gimana menurutmu?"
>
> Peter: "Baiklah.... lagian aku juga gada rencana apa-apa untuk beberapa bulan
> ke depan."
>
> Tina: "Kok kayaknya kamu gak terlalu niat ya... semangat dong! hari ini akan
> jadi hari pertama kita kencan. Mau jalan-jalan kemana nih?"
>
> Peter: "Gimana kalo kita nonton saja? Kalo gak salah film The Troy lagi maen
> deh. katanya film itu bagus"
>
> Tina: "OK dech.... Yuk kita pergi sekarang. tar pulang nonton kita ke
> karaoke ya...
> ajak aja adik kamu sama pacarnya biar seru."
>
> Peter : "Boleh juga..."
> (mereka pun pergi nonton, berkaraoke dan Peter mengantarkan Tina pulang
> malam harinya)
>
> Hari ke 2:
> Peter dan Tina menghabiskan waktu untuk ngobrol dan bercanda di kafe,
> suasana kafe yang remang-remang dan alunan musik yang syahdu membawa hati
> mereka pada situasi yang romantis. Sebelum pulang Peter membeli sebuah
> kalung perak berliontin bintang untuk Tina.
>
> Hari ke 3:
> Mereka pergi ke pusat perbelanjaan untuk mencari kado untuk seorang sahabat
> Peter.
> Setelah lelah berkeliling pusat perbelanjaan, mereka memutuskan membeli
> sebuah miniatur mobil mini. Setelah itu mereka beristirahat duduk di
> foodcourt, makan satu potong kue dan satu gelas jus berdua dan mulai
> berpegangan tangan untuk pertama kalinya.
>
> Hari ke 7:
> Bermain bowling dengan teman-teman Peter. Tangan tina terasa sakit karena
> tidak pernah bermain bowling sebelumnya. Peter memijit-mijit tangan Tina
> dengan lembut.
>
> Hari ke 25:
> Peter mengajak Tina makan malam di Ancol Bay . Bulan sudah menampakan diri,
> langit yang cerah menghamparkan ribuan bintang dalam pelukannya. Mereka
> duduk menunggu makanan, sambil menikmati suara desir angin berpadu dengan
> suara gelombang bergulung di pantai. Sekali lagi Tina memandang langit, dan
> melihat bintang jatuh. Dia mengucapkan suatu permintaan dalam hatinya.
>
> Hari ke 41:
> Peter berulang tahun. Tina membuatkan kue ulang tahun untuk Peter. Bukan
> kue buatannya yang pertama, tapi kasih sayang yang mulai timbul dalam
> hatinya membuat kue buatannya itu menjadi yang terbaik. Peter terharu
> menerima kue itu, dan dia mengucapkan suatu harapan saat meniup lilin ulang
> tahunnya.
>
> Hari ke 67:
> Menghabiskan waktu di Dufan. Naik halilintar, makan es krim bersama,dan
> mengunjungi stand permainan. Peter menghadiahkan sebuah boneka teddy bear
> untuk Tina, dan Tina membelikan sebuah pulpen untuk Peter.
>
> Hari ke 72:
> Pergi Ke PRJ. Melihat meriahnya pameran lampion dari negeri China.. Tina
> penasaran untuk mengunjungi salah satu tenda peramal. Sang peramal hanya
> mengatakan "Hargai waktumu bersamanya mulai sekarang", kemudian peramal itu
> meneteskan air mata.
>
> Hari ke 84:
> Peter mengusulkan agar mereka refreshing ke pantai. Pantai Anyer sangat sepi
> karena bukan waktunya liburan bagi orang lain. Mereka melepaskan sandal dan
> berjalan sepanjang pantai sambil berpegangan tangan, merasakan lembutnya
> pasir dan dinginnya air laut menghempas kaki mereka. Matahari terbenam, dan
> mereka berpelukan seakan tidak ingin berpisah lagi.
>
> Hari ke 99:
> Peter memutuskan agar mereka menjalani hari ini dengan santai dan sederhana.
> Mereka berkeliling kota dan akhirnya duduk di sebuah taman kota.
>
>
> 15:20 pm
> Tina: "Aku haus.. Istirahat dulu yuk sebentar."
> Peter: "Tunggu disini, aku beli minuman dulu. Aku mau teh botol saja. Kamu
> mau minum apa?"
> Tina: "Aku saja yang beli. kamu kan capek sudah menyetir keliling kota hari
> ini. Sebentar ya"
> Peter mengangguk. kakinya memang pegal sekali karena dimana-mana Jakarta
> selalu macet.
>
>
>
> 15:30 pm
> Peter sudah menunggu selama 10 menit and Tina belum kembali juga.
> Tiba-tiba seseorang yang tak dikenal berlari menghampirinya dengan wajah
> panik.
> Peter : "Ada apa pak?"
> Orang asing: "Ada seorang perempuan ditabrak mobil. Kayaknya perempuan itu
> adalah temanmu"
> Peter segera berlari bersama dengan orang asing itu.
> Disana, di atas aspal yang panas terjemur terik matahari siang,tergeletak
> tubuh Tina bersimbah darah, masih memegang botol minumannya.
> Peter segera melarikan mobilnya membawa Tina ke rumah sakit terdekat.
> Peter duduk diluar ruang gawat darurat selama 8 jam 10 menit.
> Seorang dokter keluar dengan wajah penuh penyesalan.
>
>
> 23:53 pm
> Dokter: "Maaf, tapi kami sudah mencoba melakukan yang terbaik. Dia masih
> bernafas sekarang tapi Yang kuasa akan segera menjemput. Kami menemukan
> surat ini dalam kantung bajunya."
> Dokter memberikan surat yang terkena percikan darah kepada Peter dan dia
> segera masuk ke dalam kamar rawat untuk melihat Tina. Wajahnya pucat tetapi
> terlihat damai.
> Peter duduk disamping pembaringan tina dan menggenggam tangan Tina dengan
> erat.
> Untuk pertama kali dalam hidupnya Peter merasakan torehan luka yang sangat
> dalam di hatinya.
> Butiran air mata mengalir dari kedua belah matanya.
> Kemudian dia mulai membaca surat yang telah ditulis Tina untuknya.
>
>
> Dear Peter...
> ke 100 hari kita sudah hampir berakhir.
> Aku menikmati hari-hari yang kulalui bersamamu.
> Walaupun kadang-kadang kamu jutek dan tidak bisa ditebak,
> tapi semua hal ini telah membawa kebahagiaan dalam hidupku.
> Aku sudah menyadari bahwa kau adalah pria yang berharga dalam hidupku.
> Aku menyesal tidak pernah berusaha untuk mengenalmu lebih dalam lagi
> sebelumnya.
> Sekarang aku tidak meminta apa-apa, hanya berharap kita bisa memperpanjang
> hari-hari kebersamaan kita. Sama seperti yang kuucapkan pada bintang jatuh
> malam itu di pantai,
> Aku ingin kau menjadi cinta sejati dalam hidupku. Aku ingin menjadi
> kekasihmu selamanya dan berharap kau juga bisa berada disisiku seumur
> hidupku. Peter, aku sangat sayang padamu.
>
> 23:58
> Peter: "Tina, apakah kau tahu harapan apa yang kuucapkan dalam hati saat
> meniup lilin ulang tahunku?
> Aku pun berdoa agar Tuhan mengijinkan kita bersama-sama selamanya..
> Tina, kau tidak bisa meninggalkanku! hari yang kita lalui baru berjumlah 99
> hari!
> Kamu harus bangun dan kita akan melewati puluhan ribu hari bersama-sama!
> Aku juga sayang padamu, Tina. Jangan tinggalkan aku, jangan biarkan aku
> kesepian!
> Tina, Aku sayang kamu...!"
>
> Jam dinding berdentang 12 kali.... jantung Tina berhenti berdetak.
> Hari itu adalah hari ke 100...
>
>
> Katakan perasaanmu pada orang yang kau sayangi sebelum terlambat.
> Kau tidak akan pernah tahu apa yang akan terjadi besok.
> Kau tidak akan pernah tahu siapa yang akan meninggalkanmu dan tidak akan
> pernah kembali lagi.
> *Dear Friends* ,
>
> *
> Tahukah anda* kalau orang yang kelihatan begitu tegar
> hatinya, adalah orang
> yang sangat lemah dan butuh pertolongan?
>
> *
> Tahukah anda* kalau orang yang menghabiskan waktunya
> untuk melindungi
> orang lain adalah justru orang yang sangat butuh
> seseorang untuk
> melindunginya?



walaupun ini bukan bener2 karya gue paling enggak kalian bisa nangkep intinya kan?

Minggu, 26 Desember 2010

3 Desember 2010


  Hari ini, hari dimana gue bisa ketemu mantan gue.....jujur walapun mantan, gue tetep sayang sama dia, dan gak ada satu orang pun yang bisa ngerubah itu......

  Pagi ini gue bangun rada telat gue ngeliat ke arah jam....fak men udah jam 6 lewat....gue buru-buru ngambil handuk ngibrit kekamar mandi........

   Berhubung gue inget hari ini mau ketemu somebody spesial, gue nyiapin baju ganti, berhubung hari ini jumat dan mata pelajaran sedikit gue ngeluarin beberapa buku...biar enteng.....
Dan gue juga inget abang gue minjem duit 100 ribu ke gue...hmm harus ditagih nih, kan gue mau jalan. Gue ngebangunin abang gue “bang, duit yang kemaren di pinjem mana? Mau di pake nih” sambil setengah sadar abang gue ngejawab “ belum ada”
“Fak men” gue mau jalan dengan duit tadi dan sekarang duitnya gak ada!? Mampus. Muterin otak.....tereng.....gue inget gue masih punya duit simpenan hari ini, ya 40-an cukup lah.....oke, sebagai ganti telat bayar uang, gue minta di anterin.....

   Abang gue ngambil kunci motor satrianya.......oke gue naik motor yang artinya gue gak bakal telat masuk rumah sakit sekolah......dan gue baru inget abang gue kalo bawa motor kaya orang di kejar-kejar banci, yang lagi di kejar satpol PP .........dan mueeeeeeeennngggggg..........aaaaaaaaaaaaaaarrrrrrrrrrgggghhhhhhh gue ngejerit kaya cewe yang cutexnya ke senggol.
   Abang gue nyalip sana-sini udah kaya Rosi.....gue jejerowokan kaya banci yang kena razia polisi.....dan satu-satunya hal yang ada di pikiran gue saat itu Cuma satu.....akankah aku selamat!?
             Setiap abang gue nyalip mobil  gue langsung pengen berdoa “Tuhan ampuni Dosaku.......”  dengan memberanikan diri gue buka mata terus ngeliat speedometer dan wow di atas 100 km/jm, gue ngeliat ke depan ada lampu merah gue berasa ingin bernyanyi tralala-trilili.....tapi.....motor abang gue kan di lajur kiri yang artinya langsung....dan viola! Motornya bablas.....neraka dunia gue berlanjut (bagi gue di bawa kebut pake motor itu neraka dunia gue)

     Sampe di sekolah gue agak sedikit tenang,gue ngeliat ke kaca spion,dan wow rambut gue jabrik semua.....,gue masuk kelas pelajaran dimulai...........FAK MEN! Niatnya ngeluarin buku sedikit,tapi yang ada gue ngeluarin semua buku yang ada di tas gue...bingung campur panik jadi roti,YA ENGGAKLAH.....hokinya pelajaran pertama adalah agama Islam gue bisa keluar sebentar beli buku di kantin jujur...meski gue gak yakin jujur.....ASTAGA bukunya habis....mungkin ini yang namanya udah jatuh ketiban tangga ngedudukin kotoran ayam masih kena marah pula.....

       Dan teeet....bel ganti pelajaran,pelajaran brikutnya adalah b.Inggris dan gue gak bawa modul untuk latihan TOEFL.....entah gue mimpi di cium banci mana yang pasti gue berasa unlucky abis.....bel ganti pelajaran berbunyi lagi, pelajaran b.Jepang disini gue cukup lucky....kita gak belajar tapi latihan nulis kanji pake kuas dan gue bawa kuas....anak-anak kelas mulai nulis gitu juga gue, gue perhatiin tulisan mereka bagus-bagus, sedangkan gue? Ayam aja gak mau acak-acak kakinya di samain dengan tulisan gue....intinya kita kelar nulis kanji, bel pulang pun berbunyi.

      Tapi gue belum bisa ke lokasi pertemuan, gue masih ada kegiaatan ke agamaan......di sini gue juga gak belajar.....kita Cuma di kasih sedikit kisi-kisi abis itu latuhan persiapan buat natalan. Setelah dari situ gue harusnya ngumpul English Club tapi gue ijin dan gue nyeret temen gue Eko, kita naik motornya eko (thunder) yang suarnya sesuai dengan namanya.....iya kalian benar rusuh bunyinya....ini lah satu lagi neraka dunia gue....kita ke lokasi di BJ,gue di sms beberapa kali sama mantan dia bilang bawa temen.....gue sih gak keberatan, yang keberatan itu tas gue, isinya baju laptop tanpa buku,kacau abis.

     Sampe di BJ gue ganti baju...belum celana niatnya di Toilet Bogor Junction (BJ),sembari ke lokasi gue sedikit action anak parkur dan JEBRET gerakan gue gagal ,gue malu abis udah gitu kaki gue lecet parah sampe sekarang ada bekas bengkaknya.....sampe di dalem kita naik ke atas,sekalian ca ri wc...tapi...WC-nya gak ketemu gue panik.....gue udah ngeliat mantan gue....gue ngeliat bawahan gue yang masih celana SMA.....gak banget atasan kemeja item strip merah bawahnya celana SMA.....gue langsung nyari sudut-sudut sepi....langsung gue keluarin celana dan ganti di situ juga bodo amat kata orang.

     Disitu gue ketemu temen baru namanye Ardhan yang sempet salah sebut sama gue jadi Adnan lah, Ahdan lah....maklum pentium gue 0,5.....kita ngobrol-ngobrol dan ada sesuatu di situ yang gak ingin gue ceritain.......singkat,gue nyindir mantan gue “gimana nih yang abis pulang dari Bali?”
“oh iya, ini buat kamu” dia ngeluarin gantungan kunci orang-orangan yang dari akar-akaran yang bau rempah-rempah menurut gue, jujur gue suka hadianya jadi gue simpen di tas retsleting depan.....dan sekarang retsletingnya rusak dan gak bisa di buka sama sekali,menurut gue itu bukan kebetulan belaka.

    Temen-temenya ke WC,trus dia nanya ke gue “ada apa? Kok minta ketemu?”
“gak ada apa-apa, aku hanya kangen aja” gue ngebales sambil ngeliat matanya, dia selalu keliatan wah di mata gue. matanya, senyumnya, semuanya.....sedangkan gue? Jerawat gue semakin meraja lele, eh maksud gue merajalela. Kalau gue bisa ngeberentiin waktu...gue ingin ngeliat dia sedikit lebih lama soalnya temennya udah ke buru dateng. dan sebelum pulang Ardhan sedikit bercanda dia nawarin cabe rawit yang gak kemakan dari sisa makan tahu goreng.....namun ini adalah sebuah kesalahan besar, gue adalah orang batak, dan gue tahan sama cabe.....yaudah krenyes cabenya gue gigit,memang rada pedes sih tapi tetep aja gue tahan,nah sekarang giliran Ardhan (menurut beberapa adat siapa yang menawarkan harus ikut melakukan) di ngegigit krenyes.....dia kepedesan  (iyalah, masa malah senyum-senyum).
     Sisanya? Dia beli minum,abis itu kita balik.......gue bareng Eko, mantan gue sendiri.....(sebenernya waktu itu gue pengen daftar taekwondo yang satu perguruan sama dia tapi gue udah tau jawabanya, jadi gue gak jadi ngomongin).......buat mantan gue Thanks banget hadiahnya....memang gak seberapa tapi gue suka banget....jadi? 3 Desember gak semuanya pengalaman sial gue.....dan gue minta maaf buat orang yang tersinggung sama post ini atau post sebelumnya....khususnya Mantan gue....Sorry banget ya....maaf kalau aku gak bisa peka sama kamu.......semua orang buat salah tapi mungkin itu kesalahan yang fatal bagi kamu...so i said sorry ^_^

Jumat, 12 November 2010

October and The Promise

Bulan Oktober bulan yang paling berat buat gue, hidup gue berasa bececeran (beudeuh)........Mulai dari nilai jelek,harapan punya kamera SLR makin jauh,sampe di pegatin pacar......ckckckck

Tapi gue cuma mau cerita soal point terkhir aja.......
Ya... hubungan yang gue harapkan selama 2 tahun harus berakhir pas gue 3 bulanan sama dia......wah jangan di tanya sakit hatinya.....SAKIT GILA! kalau menurut ekonomi gue udah mengalami rugi besar hahahaha......but that's not the point......
Jadi gini ceritanya 1 hari sebelum gue di pegatin gue rencana buat ngajak dia jalan (hari ini hari Jumat),nah tapi gue baru inget hari sabtunya gue ada ibadah tapi dia bilang ada yang mau di omongin wah udah feeling2 gak enak jadi gue milih tetep jalan sama dia tapi pas pulang langsung ibadah,gak enak kan ibadah tapi ada yang ngeganjel.

Keesokan harinya abis balik sekolah gue mandi siap2 berangkat terus gak lupa bawa Alkitab hahah,kan mau ibadah.
"oke gue siap berangkat dan gue siap buat kemungkinan terburuk PUTUS" itu yang ada di benak gue karena gue punya feeling yang gak enak....gue pun berangkat dari rumah menuju lokasi janjian di Bogor Junction (BJ). setelah sampe di lokasi dia ngasih tau kalo dia lagi di dokter gigi dan kayanya masih lama gue ngeliat jam masih jam 4-an jadi nyantai aja soalnya ibadah jam 6, sambil denger musik gue duduk di bangku depan BJ dengan volume suara yang full dan pake headset alhasil gue kaya kambing conge yang kesasar.

Dia SMS lagi kalau kayanya masih lama gue liat jam lagi wah udah setengah 5 sebenernya gue udah was-was soalnya jalan macet yaudah lah gue putusin buat tetep nungguin tapi berhubung dia nanyain jam berapa ibadah terpaksa gue boong gue bilang ibadah jam 8 hehehe......kira-kira jam 5-an ada yang nutupin mata gue,udah jelas gue tau siapa dia pasti cewek gue gak mungkin nyokap gue,akhirnya kita masuk ke BJ kita naik kelantai food court,kita cuma beli es jeruk doang 2 gelas.

Disitu gue nanya dia mau ngomongin apa,trus dia ngebales"sabar lah minumnya aja belum dateng". Minumnanya akhirnya datang juga berhubung gue lagi haus gue langsung minum, baru gue nanya lagi "jadi mau ngomong apa?" dia jawab "nilai UTS aku banyak yang lulus"
"mau ngomong itu doang?" tanya gue
"ya enggak lah" dia ngebales,baru dia cerita kalau nyokapnya tau gue sama dia pacaran dan nyokapnya gak mau dia pacaran sama yang beda agama (gue Protestan dia Islam).
"Jadi kita putus" tanya gue
dia cuma ngangguk, gue syok berat dugaan gue bener (feeling gue soal beginian jarang salah) gue coba untuk tabah,disitu gue bingung mau ngapain tapi dia selalu bilang ayo semangat dong,pasti bisa,jangan sedih,janji?.......dia ngasih semangat yang menurut gue justru ngebuat gue makin drop contoh:jangan sedih dong,atau masih banyak cewek yang lain, dalam hati gue,gue cuma bilang “jangan sedih?! gue baru di kasih berita buruk bagai bom atom nagasaki-hiroshima mana mungkin gak sedih”

Dengan sisa nyawa yang tersisa (lebay dikit) gue coba untuk terima kenyataan kalau gue udah putus sama dia,dan dengan sisa nyawa itu juga gue janji sama dia kalau gue bakal tetap semangat. Disitu gue Cuma bisa duduk bareng dia tanpa banyak bicara,kita serasa bicara lewat bahasa tubuh badan gue yang gak bisa diem karna gelisah,dia gak banyak gerak entah bingung atau apa,tapi gue ngerasa dia ngerasa hal yang sama dengan gue,dan gue juga di kasih tau kalau gue udah jadi pacar yang baik buat dia paling enggak lebih baik dari mantanya,dan dia juga ngasih tau ke nyokapnya kalau dia itu sayang sama gue,dan sampai saat ini pun dia masih sayang sama gue,gitu juga sebaliknya.


Gak lama dia dapet telpon atau SMS gue lupa, tapi setelah dapet kabar dia langsung mau balik,akhirnya kita pun balik turunnya naik lift (gue takut lift,berhubung lagi sedih jadi bodo amat) gue akhirnya masuk kelift terus turun,sampe di lantai ynag dituju dia ke parkiran sambil jalan ke parkiran gue janji (lagi) sama dia “aku bakal dan pasti balik lagi” itu janji yang gue buat untuk dia.

Nyampe di parkiran dia naik motornya,say good bye,dia pergi,gue balik jalan kaki. Sambil jalan gue mikir lagi gak bakal ada yang say good morning atau night lagi,gak ada yang bakal bilang “yank” lagi,gak akan ada yang bilang “yank lagi apa?” lagi,sekarang gue hanya sahabatnya dan gak lebih, rasanya berat,berat banget,disitu gue juga mikir ada yang pacaran 1 kepercayaan tapi meraka kerjanya ribut mulu dengan hal-hal sepele,untuk kalian2 yang kerjanya ribut mulu karena hal sepele gue cuma mau bilang “kalian udah GILA ya?! Udah enak2 gak ada tembok yang ngalangin eh, malah bikin tembok sendiri freak!”

Gue depresi gue mau nangis aja gak bisa karena terlalu bingung mau ngapain, alhasil gue Cuma cengo dan mikirin hal2 tadi, akhirnya karena putus asa gue coba berdoa, gue tanya “apa mungkin jalanya memang harus kayak gini? Apa gue memang harus sedih kayak gini? Sekarang gue harus apa?” Gue pengen balik lagi sama dia tapi dengan kondisi yang berbeda jadi gue melakukan hal yang cukup “wah”menurut gue ,gue buat sebuah perjanjian dengan Tuhan........gue gak perlu ngasih tau apa isinya biar gue,Tuhan,dan beberapa orang aja yang tau

Disitu gue baru inget kalau gue bawa alkitab,gue berdoa lagi,gue minta jawaban dari Tuhan untuk perkara ini,karena gue yakin Tuhan ngeliat gue saat ini, gue buka Alkitab gue dan yang pertama gue liat adalah surat Pengkhotbah 11:1 yang isinya “Lemparkanlah rotimu kedalam air maka kamu akan mendapatnya kembali lama setelah itu” tanpa gue harus jelasin lebih rinci kalian pasti udah pada tau artinya, di situ gue ngerasa banget Tuhan tau perkara gue, gue ngerasa Tuhan ngeliat gue, dan gue yakin Tuhan bakal bantu gue.........
Jadi itulah inti dari semua tulisan ini, inti kenapa sampai sekarang gue masih bisa megang janji gue dari dia,janji untuk tetap semangat, karena Tuhan memberi gue semangat itu sendiri,Tuhan ngasih gue pengharapan buat gue jalan lagi di saat gue lagi jatuh......gue cuma bisa bilang I Love Always You Jesus, I Still Love you S****

Rabu, 01 September 2010

Kekuatan dalam Diri

Dalam seminngu ini saya merasa terpuruk dengan orang-orang di sekitar saya yang lebih baik, mereka yang pintar,mereka yang sukses,mereka yang menjadi teladan, dan mereka yang menjadi tempat sandaran sahabat-sahabatnya...... Lalu saya berfikir "apa kelebihanku? apa yang spesial dariku? kalaupun ada pasti ada orang yang lebih baik keistimewaannya dari saya.

Begitu banyak yang bisa di lakukan orang-orang yang tidak bisa kulakukan.......terkadang saya berfikir mungkinkah aku bisa seperti mereka? seperti mereka yang saya kagumi........
kekasih sayapun memiliki kelebihan yang luar biasa......di percaya teman-temannya untuk menjadi tempat curhat,mandiri,kuat mentalnya,dll.....
Sedangkan saya? hahaha......tidak banyak yang bisa saya perbuat.......saya hanya seorang laki-laki biasa, benar-benar biasa......

Lalu saya sadar akan sesuatu.....buat apa saya menjadi seperti mereka,ya SAYA TIDAK AKAN PERNAH MUNGKIN MENJADI SEPERTI MEREKA....bukan karena saya tidak mampu tapi karena saya bukan mereka....
saya adalah saya.....
mungkin sampai akhir hayat pun saya tidak akan bisa seperti mereka......
tapi saya yakin SAYA BISA LEBIH BAIK DARI MEREKA......
akhirnya saya tau TIDAK ADA SATU ORANG PUN YANG BIASA....
inilah Kekuatan dalam Diri saya.......SEMANGAT itu yang saya punya.....
dengan SEMANGAT ini saya akan menjadi sesuatu yang lebih baik......

Jadi kesimpulanya, kita enggak bisa menjadikan orang lain tolak ukur kita karena kita istimewa pada setiap bidang......
carilah keistimewaan kita masing-masing......gak perlu kita minder sama orang karena kita itu berbeda.....
buat yang lagi mencari Kekuatan dalam Diri masing-masing.....selamat mencari,saya yakin....kalian pasti bisa....SEMANGAT!!

Kamis, 29 Juli 2010

Layak gak sih?


Layak gak sih? Pertanyaan itu muncul di kepalaku ketika aku menjadi kekasih seorang gadis cantik yang aku kagumi, dengan segala keterbatasan dan kekuranganku, terang saja aku hanya seorang laki-laki biasa, tidak tampan, tidak berdompet tebal (malah kadang pelit), enggak jenius pula (Nasib-nasib).

        Namun gadis itu berkata dengan jelas kalau dia mau menjadi pacarku, aku menjadi sdikit bingung dan ling-lung dan bertanya-tanya bener gak sih? Apa ni cewek kelilipan tabung gas LPG? Sampe mau jadi pacar seorang laki-laki biasa sepertiku, yang biasa-biasa aja.

       Ditambah lagi mantan pacarnya orangnya ganteng (meureun),kakak kelas yang dia fans ganteng, trus ada cowok, anak SMA yang cukup terkenal di Bogor, nembak dia mana udah ganteng,ketua osis lagi buseet apa lagi coba yang kurang? Ditolak!, tapi anehnya dia malah milih aku yang ketua osis bukan,ganteng kagak, duit nyerempet melulu, lama-lama aku berfikir layakah aku menjadi kekasihnya dengan keadaan seperti ini?

       Jujur sampai sekarang aku masih bingung apa yang dia liat dari aku? Populer di sekolah? Enggak, Rich ? gak mungkin duit mepet mulu, jadi apa yang sih yang bener-bener dia liat dari diri aku? Akhirnya pertanyaan itu pun muncul dari otakku, LAYAK  GAK SIH?  Dia milih aku jadi pacarnya berarti aku di kasih kepercayaan,kesempatan, dan harapan.

      Karena aku telah di beri keprcayaan tugas aku berarti menjaga kepercayaan itu sebaik yang aku bisa, sebuah keajaiban telah terjadi dalam hidupku thanks God semua karena kehendakMu, jadi layakah aku? Biar si cantik yang nilai hahahaha.

Minggu, 27 Juni 2010

Gadis cantik yang menghilang

berawal dari sebuah tatapan biasa di bangku kelas 9 smp,namun tatapan itu terasa berbeda...entah mengapa itu berbeda dari sebuah tatapan yang sering ku jumpai
Namun suatu hari ia jatuh sakit di situlah saya mulai merasa ada yang lain dari gadis ini
mulai dari hari itu pula kedekatan kami semakin bertambah......saling berbalas sms dan lain2
hingga pada hari ini semua pesan singkat yang di kirimnya tidak ada yang ku hapus.......sampai handphone ku rusak


Akhirnya kami naik ke jenjang berikutnya yaitu SMA,saya di terima di SMA2,sedangkan dia di SMA yang lain
jarak yang cukup jauh,jarang bertatap wajah,jarang komunikasi....keraguan pun muncul
akan kah ini berjalan dengan baik,jika perjalanan ini bisa berjalan dengan baik akan ku jaga dengan sebaik2nya


Tapi benar saja dugaan ku.......dia mencintai orang lain......
seseorang yang lebih tingga kelasnya
SAKIT memang ketika mendengar dari ucapanya sendiri bahwa ia menyukai orang lain
sabar ku coba ku berusaha mencoba berhubungan denganya lagi namun nampaknya tidak berhasil
ia tetap membayangkan bila ia menjadi kekasih laki-laki tersebut


Semakin sakitlah.......namun
namun bukan itu tujuan saya ingin menjadi keksaihnya
memiliki.......
memiliki bukanlah tujuan ku
tujuanku adalah melihat dia tersenyum
tak apa bila aku merasa sakit
asal ia bisa tersenym tak masalah bagiku
semua perasaan ini tidak mungkin bisa hilang
aku akan selalu mengingat setiap senyum yang ia berikan
seiap kata yang ia ucap
dan pada akhirnya
ialah Gadis Cantik Yang Menghilang...........

Selasa, 22 Juni 2010

Jejak kaki

Cerita ini saya dapat dari sebuah pajangan Salib yang di beli oleh orang tua saya, begini ceritanya
Pada suatu hari seorang pria bermimpi berjalan bersama Tuhan di atas pasir, jejeak kaki mereka tercetak di atas pasir tersebut dan jejak kaki itu juga merupakan perjalanan hidup pria tersebut,setelah berjalan cukup jauh pria ini merasa ada yang janggal lalu ia menoleh kebelakang melihat jejak kaki mereka berdua,lalu pria itu berkata kepada Tuhan. " Bapa Engkau menhatakan bahwa ketika aku menyerahkan hidupku dan menjadi pengikutMu Engkau akan setia menemani hidupku, tapi ketika aku perhatikan di saat dimana aku merasa kesusahan hanya ada satu jejak kaki?"

Lalu Tuhan menjawab " anakKu yang terkasih, Aku menyayangimu dan tidak akan meninggalkan engkau sepanjang perjalananmu dan penderitaanmu,bila hanya ada satu kaki yang engkau lihat itu karena Aku membawamu".

Jadi kita harus yakin bahwa Tuhan tidak pernah dan tidak akan meninggalkan kita, karna kita berharga dimata-Nya