Kamis, 30 Desember 2010

Tina & Peter


>
peter dan Tina sedang duduk bersama di taman kampus tanpa melakukan apapun,
> hanya memandang langit sementara sahabat-sahabat mereka sedang asik
> bercanda ria dengan kekasih mereka masing-masing.
>
> Tina: "Duh bosen banget. Aku harap aku juga punya pacar yang bisa berbagi
> waktu denganku."
>
> Peter: "Kayaknya cuma tinggal kita berdua deh yang jomblo. cuma kita berdua
> saja yang tidak punya pasangan sekarang."
> (keduanya mengeluh dan berdiam beberapa saat)
>
> Tina: "Kayaknya aku ada ide bagus deh. kita adakan permainan yuk?"
> Peter: "Eh? permainan apaan?"
>
> Tina: "Eng... gampang sih permainannya. Kamu jadi pacarku dan aku jadi
> pacarmu tapi hanya untuk 100 hari saja. gimana menurutmu?"
>
> Peter: "Baiklah.... lagian aku juga gada rencana apa-apa untuk beberapa bulan
> ke depan."
>
> Tina: "Kok kayaknya kamu gak terlalu niat ya... semangat dong! hari ini akan
> jadi hari pertama kita kencan. Mau jalan-jalan kemana nih?"
>
> Peter: "Gimana kalo kita nonton saja? Kalo gak salah film The Troy lagi maen
> deh. katanya film itu bagus"
>
> Tina: "OK dech.... Yuk kita pergi sekarang. tar pulang nonton kita ke
> karaoke ya...
> ajak aja adik kamu sama pacarnya biar seru."
>
> Peter : "Boleh juga..."
> (mereka pun pergi nonton, berkaraoke dan Peter mengantarkan Tina pulang
> malam harinya)
>
> Hari ke 2:
> Peter dan Tina menghabiskan waktu untuk ngobrol dan bercanda di kafe,
> suasana kafe yang remang-remang dan alunan musik yang syahdu membawa hati
> mereka pada situasi yang romantis. Sebelum pulang Peter membeli sebuah
> kalung perak berliontin bintang untuk Tina.
>
> Hari ke 3:
> Mereka pergi ke pusat perbelanjaan untuk mencari kado untuk seorang sahabat
> Peter.
> Setelah lelah berkeliling pusat perbelanjaan, mereka memutuskan membeli
> sebuah miniatur mobil mini. Setelah itu mereka beristirahat duduk di
> foodcourt, makan satu potong kue dan satu gelas jus berdua dan mulai
> berpegangan tangan untuk pertama kalinya.
>
> Hari ke 7:
> Bermain bowling dengan teman-teman Peter. Tangan tina terasa sakit karena
> tidak pernah bermain bowling sebelumnya. Peter memijit-mijit tangan Tina
> dengan lembut.
>
> Hari ke 25:
> Peter mengajak Tina makan malam di Ancol Bay . Bulan sudah menampakan diri,
> langit yang cerah menghamparkan ribuan bintang dalam pelukannya. Mereka
> duduk menunggu makanan, sambil menikmati suara desir angin berpadu dengan
> suara gelombang bergulung di pantai. Sekali lagi Tina memandang langit, dan
> melihat bintang jatuh. Dia mengucapkan suatu permintaan dalam hatinya.
>
> Hari ke 41:
> Peter berulang tahun. Tina membuatkan kue ulang tahun untuk Peter. Bukan
> kue buatannya yang pertama, tapi kasih sayang yang mulai timbul dalam
> hatinya membuat kue buatannya itu menjadi yang terbaik. Peter terharu
> menerima kue itu, dan dia mengucapkan suatu harapan saat meniup lilin ulang
> tahunnya.
>
> Hari ke 67:
> Menghabiskan waktu di Dufan. Naik halilintar, makan es krim bersama,dan
> mengunjungi stand permainan. Peter menghadiahkan sebuah boneka teddy bear
> untuk Tina, dan Tina membelikan sebuah pulpen untuk Peter.
>
> Hari ke 72:
> Pergi Ke PRJ. Melihat meriahnya pameran lampion dari negeri China.. Tina
> penasaran untuk mengunjungi salah satu tenda peramal. Sang peramal hanya
> mengatakan "Hargai waktumu bersamanya mulai sekarang", kemudian peramal itu
> meneteskan air mata.
>
> Hari ke 84:
> Peter mengusulkan agar mereka refreshing ke pantai. Pantai Anyer sangat sepi
> karena bukan waktunya liburan bagi orang lain. Mereka melepaskan sandal dan
> berjalan sepanjang pantai sambil berpegangan tangan, merasakan lembutnya
> pasir dan dinginnya air laut menghempas kaki mereka. Matahari terbenam, dan
> mereka berpelukan seakan tidak ingin berpisah lagi.
>
> Hari ke 99:
> Peter memutuskan agar mereka menjalani hari ini dengan santai dan sederhana.
> Mereka berkeliling kota dan akhirnya duduk di sebuah taman kota.
>
>
> 15:20 pm
> Tina: "Aku haus.. Istirahat dulu yuk sebentar."
> Peter: "Tunggu disini, aku beli minuman dulu. Aku mau teh botol saja. Kamu
> mau minum apa?"
> Tina: "Aku saja yang beli. kamu kan capek sudah menyetir keliling kota hari
> ini. Sebentar ya"
> Peter mengangguk. kakinya memang pegal sekali karena dimana-mana Jakarta
> selalu macet.
>
>
>
> 15:30 pm
> Peter sudah menunggu selama 10 menit and Tina belum kembali juga.
> Tiba-tiba seseorang yang tak dikenal berlari menghampirinya dengan wajah
> panik.
> Peter : "Ada apa pak?"
> Orang asing: "Ada seorang perempuan ditabrak mobil. Kayaknya perempuan itu
> adalah temanmu"
> Peter segera berlari bersama dengan orang asing itu.
> Disana, di atas aspal yang panas terjemur terik matahari siang,tergeletak
> tubuh Tina bersimbah darah, masih memegang botol minumannya.
> Peter segera melarikan mobilnya membawa Tina ke rumah sakit terdekat.
> Peter duduk diluar ruang gawat darurat selama 8 jam 10 menit.
> Seorang dokter keluar dengan wajah penuh penyesalan.
>
>
> 23:53 pm
> Dokter: "Maaf, tapi kami sudah mencoba melakukan yang terbaik. Dia masih
> bernafas sekarang tapi Yang kuasa akan segera menjemput. Kami menemukan
> surat ini dalam kantung bajunya."
> Dokter memberikan surat yang terkena percikan darah kepada Peter dan dia
> segera masuk ke dalam kamar rawat untuk melihat Tina. Wajahnya pucat tetapi
> terlihat damai.
> Peter duduk disamping pembaringan tina dan menggenggam tangan Tina dengan
> erat.
> Untuk pertama kali dalam hidupnya Peter merasakan torehan luka yang sangat
> dalam di hatinya.
> Butiran air mata mengalir dari kedua belah matanya.
> Kemudian dia mulai membaca surat yang telah ditulis Tina untuknya.
>
>
> Dear Peter...
> ke 100 hari kita sudah hampir berakhir.
> Aku menikmati hari-hari yang kulalui bersamamu.
> Walaupun kadang-kadang kamu jutek dan tidak bisa ditebak,
> tapi semua hal ini telah membawa kebahagiaan dalam hidupku.
> Aku sudah menyadari bahwa kau adalah pria yang berharga dalam hidupku.
> Aku menyesal tidak pernah berusaha untuk mengenalmu lebih dalam lagi
> sebelumnya.
> Sekarang aku tidak meminta apa-apa, hanya berharap kita bisa memperpanjang
> hari-hari kebersamaan kita. Sama seperti yang kuucapkan pada bintang jatuh
> malam itu di pantai,
> Aku ingin kau menjadi cinta sejati dalam hidupku. Aku ingin menjadi
> kekasihmu selamanya dan berharap kau juga bisa berada disisiku seumur
> hidupku. Peter, aku sangat sayang padamu.
>
> 23:58
> Peter: "Tina, apakah kau tahu harapan apa yang kuucapkan dalam hati saat
> meniup lilin ulang tahunku?
> Aku pun berdoa agar Tuhan mengijinkan kita bersama-sama selamanya..
> Tina, kau tidak bisa meninggalkanku! hari yang kita lalui baru berjumlah 99
> hari!
> Kamu harus bangun dan kita akan melewati puluhan ribu hari bersama-sama!
> Aku juga sayang padamu, Tina. Jangan tinggalkan aku, jangan biarkan aku
> kesepian!
> Tina, Aku sayang kamu...!"
>
> Jam dinding berdentang 12 kali.... jantung Tina berhenti berdetak.
> Hari itu adalah hari ke 100...
>
>
> Katakan perasaanmu pada orang yang kau sayangi sebelum terlambat.
> Kau tidak akan pernah tahu apa yang akan terjadi besok.
> Kau tidak akan pernah tahu siapa yang akan meninggalkanmu dan tidak akan
> pernah kembali lagi.
> *Dear Friends* ,
>
> *
> Tahukah anda* kalau orang yang kelihatan begitu tegar
> hatinya, adalah orang
> yang sangat lemah dan butuh pertolongan?
>
> *
> Tahukah anda* kalau orang yang menghabiskan waktunya
> untuk melindungi
> orang lain adalah justru orang yang sangat butuh
> seseorang untuk
> melindunginya?



walaupun ini bukan bener2 karya gue paling enggak kalian bisa nangkep intinya kan?

Tidak ada komentar:

Posting Komentar